Sekitar 20 menit dari pusat kota Waingapu, Sumba Timur, terhampar Bukit Wairinding — deretan perbukitan sabana yang meliuk seperti gelombang laut yang membeku. Tempat ini menjadi salah satu ikon fotografi lanskap Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Keunikan Lanskap Sabana
Berbeda dengan sabana pada umumnya, kontur Bukit Wairinding membentuk garis-garis lengkung yang dramatis, terutama saat difoto dari sudut rendah. Warna rumputnya berubah dari hijau segar di musim hujan menjadi keemasan saat kemarau tiba.
Waktu Terbaik Berkunjung
Bulan Juni hingga September adalah waktu terbaik, saat rumput sabana berwarna keemasan dan langit cenderung cerah. Datanglah menjelang matahari terbit atau terbenam untuk mendapatkan cahaya keemasan yang memperkuat tekstur perbukitan.
Warga setempat menyebut kontur berlapis ini sebagai jejak para leluhur yang menggembalakan kuda sejak ratusan tahun lalu.
Cara Menuju Lokasi
Dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, perjalanan darat memakan waktu sekitar 30 menit. Jalan menuju lokasi sudah beraspal, namun disarankan menyewa kendaraan dengan pengemudi lokal yang memahami medan.
Tips Berkunjung
- Bawa air minum yang cukup karena minim warung di sekitar lokasi
- Gunakan alas kaki tertutup karena medan berbukit dan berumput tinggi
- Hormati lahan penggembalaan warga, hindari merusak vegetasi
- Siapkan tabir surya, karena area terbuka tanpa naungan pohon
Kesimpulan
Bukit Wairinding membuktikan bahwa keindahan Indonesia timur tidak melulu soal pantai. Sabana yang tenang ini menawarkan pengalaman kontemplatif yang berbeda dari destinasi wisata pada umumnya.